Rabu, 18 April 2012

Pengertian Drama

Drama adalah ragam sastra dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk dipertunjukkan di atas pentas.
Jenis jenis drama :
a. Drama Tragedi
Cerita drama yang termasuk jenis ini adalah cerita yang berakhir dengan duka lara atau kematian. Contoh film yang termasuk jenis ini di antaranya Romeo dan Juliet
b. Drama Komedi
1. Komedi Situasi,
cerita lucu yang kelucuannya bukan berasal dari para pemain,
melainkan karena situasinya. Contoh drama jenis ini antara lain Sister Act dan
Si Kabayan.
2. Komedi Slapstic,
cerita lucu yang diciptakan dengan adegan menyakiti para
pemainnya.Contoh film komedi slapstic ini di antaranya The
Mask dan Tarzan.
3. Komedi Satire,
cerita lucu yang penuh sindiran tajam. Beberapa film yang
termasuk jenis ini adalah Om Pasikom dan Semua Gara-Gara Ginah. Sementara contoh
sinetronnya adalah Wong Cilik.
4. Komedi Farce,
cerita lucu yang bersifat dagelan, sengaja menciptakan kelucuan
kelucuan dengan dialog dan gerak laku lucu.

C. Drama Misteri
1. Kriminal, misteri yang sangat terasa unsur keteganyannya atau suspense dan
biasanya menceritakan seputar kasus pembunuhan.
2. Horor, misteri yang bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan roh halus.
3. Mistik, misteri yang bercerita tentang hal-hal yang bersifat klenik atau unsur
ghaib.

D. Drama Laga/ Action
1. Modern, cerita drama yang lebih banyak menampilkan adegan perkelahian atau
pertempuran, namun dikemas dalam setting yang modern
2. Tradisional,
cerita drama yang juga menampilkan adegan laga, namun dikemas
secara tradisional.

E. Melodrama
Skenario jenis ini bersifat sentimental dan melankolis. Ceritanya cenderung terkesan mendayu-dayu dan mendramatisir kesedihan.

 F. Drama Sejarah
Drama sejarah adalah cerita jenis drama yang menampilkan kisah-kisah sejarah masa lalu, baik tokoh maupun peristiwanya. Contoh film yang bercerita tentang peristiwa sejarah antara RA kartini

Unsur-Unsur Drama :
Unsur  Intrinsik (unsur dalam):
Unsur intrinsik atau disebut juga unsur dalam adalah unsur-unsur yang (secara langsung) turut serta membangun cerita . Dalam intrinsik ada:
1)      Tema; yaitu ide pokok yang ingin disampaikan dari sebuah cerita . Sebuah tema tidak terlepas dari kehidupan manusia, contoh ny : cinta, maut, dan sebagainya.
2)      Alur/ plot; yaitu jalan cerita . Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan), adanya masalah (konflik), konflikasi (masalah baru), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup dengan ending (keputusan)
3)      Penokohan; karakter yang dibentuk oleh setiap dialog tokoh.
4)      Latar/setting; yaitu tempat kejadian. Latar atau setting berbicara masalah tempat, suasana, dan waktu.
5)      Amanat; yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita.
Unsur ekstrinsi (unsur luar):
Unsur-unsur luar adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog/ percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan. Di sana akan tampak panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar