Kamis, 21 Maret 2013

REPORTS TEXT


REPORTS TEXT
Generic Structure
1.    General Classification
Tells what the phenomenon under discussion is
2.    Description
Tells what the phenomenon under discussion is like in terms of parts, qualities, and habits/behavior or ‘uses’ if non-natural
Language Features
1.    Focus on Generic Participants (group of things)
2.    Use of simple sequence
3.    No temporal sequence
4.    Use relational processes to state what is  and that which it is.
Example:
1. Whales

Whales are sea-living mammals.
They therefore breathe air but cannot survive on land. Some species are very large indeed and the blue whale, which can exceed 30m in length , is the largest animal to have lived on earth. Superficially, the whale looks rather external structure; its tail consists of a pair of broad, flat horizontal paddles (the tail of a fish is vertival) and it has single nostril on top of its large, broad head. The skin is smooth and shiny and beneath it lies a layer of fat (blubber). This is up to 30cm in thickness and serves to conserve heat and body fluids.
2.  The peach is known as a species of Prumus. It is a kind of edible juicy fruit. It is native to China. The peach tree grows to 4-10 m tall. It is a deciduous tree so it will fall its leaves in certain reasons. It belongs to the subfamily Prunoideae of the family Rosaceae.
          The leaves are 7-16 cm long and 2-3cm broad. The flowers are produced in early spring before the leaves. They are solitary or paired with about 2,5-3cm in diameter. The color of the flower is pink.
          Peach fruit is very nice. Its aroma smells good. The colour of the flesh is yellow or white. The skin of peach is smooth or velvety. The flesh is soft and juicy.
It is delicious. It is a lillte bit harder when it is unripe. Inside the flesh, there are is a large single seed. The seed is oval in shape. Its colour is red-brown. Its length is about 1,3-2 cm. a wood like husk surrounds this seed.
          most people know peaches as ‘persicas’. It is related to the belief that peaches were native to Persia (now Iran). The modern botanical consensus is that they originate in China, and were introduced to Persia and the Mediterranean region along the Silk Road before Christian times.

Minggu, 20 Mei 2012

Peewee Soccer



by Robert Pottle


Christopher is counting clouds.
Hannah braids her hair.
Peter’s playing peekaboo.
Greg growls like a bear.
Kevin kicks with all his might,
and though the ball stays put,
his sneaker sails across the field
to land near Roger’s foot.
Billy Brown is looking down.
He sees a four-leaf clover.
Billy wants to pick the plant,
and that’s why he bends over.
We see the ball bounce off his bum
and then sail toward the goal.
The goalie gets confused.
We watch him stop then drop and roll.
The other team lets out a cheer
and our team starts to scream
as Billy’s bottom scores a goal
for the other team.

Super mom



Mom, you’re a wonderful mother,
So gentle, yet so strong.
The many ways you show you care
Always make me feel I belong.

You’re patient when I’m foolish;
You give guidance when I ask;
It seems you can do most anything;
You’re the master of every task.

You’re a dependable source of comfort;
You’re my cushion when I fall.
You help in times of trouble;
You support me whenever I call.

I love you more than you know;
You have my total respect.
If I had my choice of mothers,
You’d be the one I’d select!

Metode Ilmiah


Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut tentu kalian dapat menjawab apakah Amoeba
proteus merupakan makhluk hidup atau benda mati? Agar kalian dapat menyelesaikan suatu
permasalahan, biologi memiliki instrumen berupa metode ilmiah. Tahapan-tahapan metode
ilmiah dalam bidang biologi adalah sebagai berikut :
1. menetukan masalah
Tidak ada masalah tentu tidak ada penelitian. Maka sebelum melakukan penelitian
tentukan dahulu masalah apa yang hendak ditelaah.
2. Observasi (pengamatan)
Pengamatan dapat dilakukan secara langsung maupun melalui studi kepustakaan
(membaca buku, majalah, koran, internet, televisi).
3. Menentukan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas jawaban suatu permasalahan, yang
nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian.
4. Melakukan eksperimen (percobaan)
Eksperimen dapat dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan perlengkapan
di sekitar kita, maupun di dalam laboratorium yang memiliki peralatan penelitian
yang memadai. Eksperimen dilakukan untuk menguji hipotesis melalui suatu
rancangan percobaan
5. Pengumpulan data
Data-data yang diperoleh dari hasil eksperimen kemudian dicatat dan diolah menjadi
data statistik untuk dianalisa guna menarik kesimpulan
8
6. Kesimpulan
Analisa data yang diperoleh dari tahapan di atas diringkas menjadi suatu kesimpulan.
Kesimpulan merupakan ringkasan atau hasil akhir yang merupakan jawaban atas
suatu permasalahan. Kesimpulan dapat mendukung hipotesis ataupun menolak
hipotesis.

Asal Usul Mahkluk Hidup


Biologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang makhluk hidup. Istilah biologi berasal dari
bahasa yunani, yaitu dari kata bios yang berarti hidup dan logos
yang berari ilmu. Sejak jaman dahulu kala, manusia telah
menaruh perhatian besar tentang asal usul kehidupan dan ciriciri
makhluk hidup. Sehingga muncullah beberapa teori yang
mencoba menjelaskan bagaimana dan dari mana asal mula
adanya kehidupan.
Teori yang menjelaskan tentang asal-usul kehidupan
diantaranya :
1. Teori abiogenesis atau teori generatio spontanea :
Orang pertama yang mengemukakan teori
tersebut adalah Aristoteles (384 -322 SM). Aristoteles
yang berkebangsaan Yunani tersebut berpendapat
bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Dia
mengilustrasikan bahwa seekor tikus berasal dari
tumpukan kain kumal yang diletakkan di gudang;
seekor katak dapat muncul dari air kolam yang
mengenang. Pendapat Aristoteles tersebut didukung
oleh Anthoni van Leeuwenhoek (1632 – 1723) berkat
temuan mikroskopnya. Anthoni melakukan pengamatan
di bawah mikroskop bahwa terdapat makhluk hidup
yang sangat kecil yang muncul pada rendaman jerami
pada air hujan. Berdasarkan penelitian yang sederhana
tersebut kemudian Anthoni van Leeuwenhoek
berkesimpulan bahwa mikroorganisme tersebut berasal
dari air.
Pendapat tersebut mendapat dukungan dari
seorang ahli ilmu pengetahuan kebangsaan Irlandia
yang bernama Needham yang melakukan percobaan
serupa. Needham melakukan percobaan dengan
merebus sekerat daging, kemudian air rebusan (kaldu)
disimpan di stoples tanpa tutup dan diletakkan di
tempat terbuka. Selang beberapa hari air kaldu tersebut
menjadi keruh (berisi mikroorganisme). Kesimpulan
Needham dari percobaan tersebut bahwa
mikroorganisme berasal dari air kaldu.
3
2. Teori Biogenesis
Teori biogenesis merupakan bantahan terhadap teori abiogenesis atau generatio
spontanea. Teori biogenesis menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk
hidup. Beberapa ahli yang menganut teori biogenesis antara lain :
a. Francisco Redi (1626 – 1697)
F. Redi merupakan seorang ahli yang berkebangsaan Italia, yang melakukan
percobaan sebagai berikut :
• Percobaan dilakukan dengan menggunakan sekerat daging yang telah
direbus dan tiga buah stoples.
• Stoples I : diisi dengan daging dan ditutup rapat-rapat agar tidak ada udara
yang masuk.
Stoples II : diisi dengan daging dan ditutup dengan kasa atau kain kelambu
sehingga masih ada udara yang keluar masuk.
Stoples III : diisi dengan daging dan dibiarkan terbuka bebas.
Setelah beberapa hari dilakukan pengamatan maka terlihat bahwa :
• Stoples I : tidak ditemukan larva atau mikroorganisme
• Stoples II : Tidak ditemukan larva meskipun ditutup dengan kain kasa yang
dapat mengalirkan udara dari luar ke dalam stoples, karena lalat tidak dapat
masuk dan bertelur.
• Stoples III : ditemukan larva, karena lalat dapat masuk
Kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan tersebut adalah larva yang
terdapat pada stoples III berasal dari lalat yang masuk dan bertelur pada kerat
daging tersebut. Jadi larva berasal dari makhluk hidup (lalat) dan bukan benda
mati (kerat daging).
b. Lazzaro Spallanzani (1729 – 1799)
Spallanzani juga seorang ahli kebangsaan Italia yang berhasil
membuktikan teori biogenesis. Masih mirip dengan percobaan F. Redi,
Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus sekarat daging selama
beberapa jam. Kemudian air rebus (kaldu) tersebut ditempatkan dalam dalam
tabung yang ditutup rapat-rapat dan sebagian dibiarkan terbuka, lalu didinginkan
hingga beberapa hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
mencolok dari kedua tabung tersebut. Tabung yang dibiarkan terbuka telah
dipenuhi oleh mikroorganisme dan berubah menjadi keruh. Sedang tabung yang
tertutup rapat tetap jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
c. Louis Pasteur (1822 - 1895)
Louis Pasteur berkebangsaan Perancis telah melakukan percobaan baru
untuk memperbaiki kekurangan L. Spallanzani. Hal itu untuk mematahkan
sanggahan penganut teori abiogenesis yang mengatakan bahwa teori biogenesis
dalam percobaannya telah memutus rantai kehidupan yang melalui udara.
Percobaan Louis Pasteur menggunakan tabung yang berbentuk seperti labu
dengan leher yang melengkung seperti huruf S atau leher angsa. Sehingga
tabung tersebut tetap dapat berhubungan dengan udara luar. Pasteur
berpendapat bahwa mikroorganisme terdapat di udara.
Hal yang berbeda dari percobaan Spallanzani adalah tabung yang
berbentuk labu tersebut ditutup dengan pipa yang melengkung yang berbentuk
leher angsa. Air rebus kaldu dimasukkan labu tersebut dan dibiarkan beberapa
hari, ternyata air masih jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. Sedang
percobaan kedua leher angsa dimiringkan sehingga air kaldu dapat berhubungan
langsung dengan udara luar, setelah beberapa hari ternyata air kaldu keruh dan
mengandung mikroorganisme.
4
Percobaan Louis Pasteur tersebut telah menggagalkan teori abiogenesis atau
generatio spontanea. Kemudian timbul beberapa pendapat yang
mengungkapkan bahwa :
Omne vivum ex ovo (Semua yang hidup berasal dari telur)
Omne ovum ex vivo (Semua telur berasal dari yang hidup)
3. Teori kehidupan menurut Biologi Modern
Ada beberapa ahli yang mendasarkan teori asal usul kehidupan dengan proses
reaksi kimia. Harold Urey (1893) adalah seorang ahli kimia dari Amerika Serikat. Dia
mengungkapkan pada zaman purba atmosfir
bumi dipenuhi oleh molekul-molekul seperti :
CH4 (metana), NH3 (amoniak), H2 (hidrogen),
dan gas H2O. Kejutan listrik di atmosfir dan
halilintar telah mereaksikan molekul-molekul
tersebut sehingga membentuk asam amino.
Asam amino inilah yang merupakan cikal bakal
kehidupan. Teori tersebut sejalan dengan teori
Oparin seorang ahli kebangsaan Rusia yang
mengatakan bahwa kehidupan pertama terjadi
di atmosfir.
Stainley Miller (1953) di Universitas
Chicago berusaha menguji teori Urey. Percobaan
yang dilakukan oleh Miller adalah merangkai
suatu elektroda, pendingin, penampungan zat
hasil reaksi, dan air mendidih. CH4 (metana),
NH3 (amoniak), H2 (hidrogen), dan gas H2O
yang beraksi dengan sumber listrik bertegangan
tinggi dapat membentuk asam amino. Asam
amino diketahui sebagai dasar pembentuk protein yang merupakan zat penting dalam
membentuk protoplasma yang merupakan substansi kehidupan.
4. Fakta Penciptaan menurut Agama
Masalah dari mana manusia berasal dan akan kemana manusia setelah mati
merupakan dua pertanyaan besar yang coba dijawab manusia sejak jaman prasejarah.
Kemampuan manusia yang lebih tinggi daripada makhluk hidup lain memungkinkan
untuk memikirkan hal itu. Akan tetapi terkadang manusia memerlukan analogi-analogi
untuk menjelaskan tentang asal usul kehidupan. Tuhan menurunkan nabi dan rosul
untuk menuntun manusia agar tidak salah dalam menganalogikan sebuah jawaban akan
eksistensi Tuhan, manusia, dan makhluk hidup lainnya. Manusia yang komplek dan alam
semesta yang teratur tentu ada yang menciptakan. Sebagaimana tidak ada sesuatu yang
terjadi secara tiba-tiba dan kebetulan, kesempurnaan penciptaan makhluk hidup dan
alam semesta tentu diciptakan oleh Dzat Yang Maha Sempurna.
Tidakkah kita sadari bagaimana bunga kangkung bisa mekar di pagi hari dan
menguncup di sore hari, padahal ia tidak memiliki otak, siapa yang mengaturnya? Satu
sel tubuh kita telah memiliki kelengkapan struktural dan fungsional yang sangat komplek,
yang selalu bekerja tanpa lelah untuk kita ketika kita makan, membaca, berlari, bahkan
ketika tidur. Sistem saraf yang mengantarkan jutaan informasi setiap detiknya, telah
menghubungkan kita dengan dunia luar sehingga suara dapat didengar telinga kemudian
otak merespon, demikian pula rasa dingin di kulit, pahit di lidah, ataupun pemandangan
yang indah. Kita dapat menjawab sebuah pertanyaan yang kompleks hanya dengan
berfikir seperseratus detik bahkan lebih cepat lagi. Sistem pernafasan ikan yang
memungkinkan ikan hidup di air, siapa yang menciptakan semua itu?. Tidak ada yang
mampu menciptakan semua itu, kecuali Tuhan Yang Maha Esa.

Selasa, 15 Mei 2012

PENTINGNYA PEMAHAMAN SEJARAH HUKUM


Pelajaran dasar munculnya hukum modern adalah tidak adanya
diskriminasi dalam hukum (ide golongan liberal) dan semangat pluralisme.
Golongan sama-sama tidak ada yang boleh menonjol. Di sini harus duduk sama
rendah dan berdiri sama tinggi, bila ada yang menonjol akan merusak tatanan
pluralisme, maka akan rusak sistem hukum itu. Seperti kata “barangsiapa....”
(dalam KUHP) adalah cara-cara baru dalam Liberal society bukan dalam Aristocratic
society dan Tribal society.
Indonesia tidak mengalami “break down” seperti di Eropa tersebut, Indonesia
sebagai Negara modern, tetapi masih yang sibuk dengan a peculiar atau
“rooted form of society”. Untuk sampai pada jaman hukum modern Eropa
mengalami kesakitan yang luar biasa, namun di Indonesia tidak mengalami
kesakitan tersebut, Indonesia campur aduk, ada kerajaan, golongan bagsawan,
prajurit , agama dan sebagainya.
Di sini barus berdiri dan duduk sama rendah dan sama tinggi, bila ada
yang menonjol akan merusak tatanan pluralisme, maka rusaklah sistem hukum
di situ. Seperti kata “barangsiapa” adalah cara-cara baru dalam liberal society
bukan dalam aristocratic atau tribal society.

Sejarah dan Perkembangan Demokrasi di Indonesia


a.       Demokrasi pada periode 1945-1959 = Demokrasi pada masa ini dikenal dengan demokrasi Parlementer.
b.      Demokrasi pada peiode 1959-1965 = Pada masa ini diwarnai dengan dominasi kekuasaan dari Presiden, berbatasnya peran politik, berkembangnya pengaruh dan komunis dan meluasnya peran ABRI sebagai unsur social politik. Ketetapan MPRS no.111/1963, mengangkat Ir.Soekarno sebagai Presiden seumur hidup.
c.       Demokrasi pada periode 1965-1998 = Landasan formil pada masa ini adalah Pancasila, UUD 1945, serta Ketetapan-Ketetapan MPRS. Pada masa ini Demokrasi Pancasila hanya sebagai retorika dan gagasan, karena dalam praktiknya ruang bagi kehidupan demokrasi sangat tidak ada.
d.      Demokrasi pada periode 1998 sampai sekarang. Runtuhna ezim otoriter orde baru membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi di Indonesia, masa-masa ini disebut sebagai masa transisi demokrasi